Lokakarya bonbontronix 3 - Membuat Amplifikator Audio di Rumah Nitiprayan

Dari Bonbontronix

| 16 April 2022 | Teks oleh Maria Uthe | Foto oleh teman-teman bonbontronix |

Catatan Lokakarya[sunting | sunting sumber]

Kali ini BONBONTRONIXA mengadakan rangkaian workshop dalam kurun yang berdekatan dan terbilang cukup padat. Kami melibatkan Marc Dusseiler atau sering dipanggil mas Bule, seorang pengajar mikro dan nanoteknologi, fasilitator budaya, juga seniman, sebagai pemateri workshop kami selama dua minggu dalam dua sesi lokakarya intim di rumah tinggal Andreas Siagian (kak Ucok) sekaligus studio elektronika Squaresolid dan rumah pak Lim.

Lokakarya pertama di rumah kak Ucok dimulai pada sore hari pukul tiga sore. Dalam rangkaian lokakarya ini Marc mengajak kami membuat amplifikator audio yang biasa dipergunakan dalam alat musik gesek memakai skematik dan komponen yang minimal.

Sebelum masuk pada materi utama, beberapa dari kami memastikan dan saling mengoreksi PR breadboarding dari pertemuan minggu sebelumnya milik satu sama lain bisa bekerja dengan baik sesuai gambar rangkaian sambil menuntaskan kendala yang ditemui. Penting bagi kami untuk mencapai materi lokakarya yang progresif, sehingga setiap partisipan disiapkan dan dibiasakan dalam memahami prinsip-prinsip dasar rangkaian elektronika sebelum beranjak ke rangkaian level selanjutnya.

Amplifikator audio yang kami pelajari hari ini banyak dikenal dalam versi fabrikasinya sebagai EBow (akronim dari Electronic Bow atau Energy Bow). EBow sendiri diciptakan oleh Greg Heet dan dipatenkan pada 1978 di US. Saat ini prinsip kerja EBow masih terus diadaptasi dan modifikasi dalam bentuk yang beragam. Yang pasti secara garis besar, ide dan fungsionalitas perangkat ini ditujukan untuk menangkap dan mengamplifikasi vibrasi elektromagnetik (yang tidak dapat dijangkau atau diakomodir oleh instrumen tradisional) ke bentuk output berupa audio.

Materi oleh Marc dalam lokakarya kali ini merupakan perangkat adaptasi EBow dari Ralf Schreiber yang dijuluki sebagai “Ralf’s E-Bow”, dengan gambar skematik seperti ini:

Lokakarya bonbontronix 3 - Skematik Ralf’s E-Bow.jpg

Skematik di atas adalah gambar rangkaian dari salah satu komponen utama yang akan menopang kinerja senar yang nantinya akan dikaitkan dan dirangkai menjadi satu. Dalam tahap awal ini, kami tidak membuat prototyping dengan breadboard, namun belajar merangkai dan menyoldernya langsung pada papan PCB yang sudah dietsa dan dipotong oleh kak Ucok. Tampilannya seperti gambar di bawah.

Lokakarya bonbontronix 3 - Proses Potong dan Etsa PCB Untuk Ralf’s E-Bow.jpg
Lokakarya bonbontronix 3 - PCB Untuk Ralf’s E-Bow.jpg

Gambar PCB di atas adalah tampilan PCB yang sebelumnya sudah digosok dengan cairan Thinner, sehingga circuit menjadi bersih dan siap untuk proses penyolderan. Berikut adalah komponen yang dibutuhkan dalam merangkai desain PCB Ralf’s E-Bow untuk dapat dioperasikan sebagaimana mestinya:

  • 1x diode 1N4148
  • 1x capacitor 220uF
  • 1x capacitor 10uF
  • 1x LM368 (IC Dip-8)
  • 1x jumper cap (2,54mm)
  • 1x 3-pin header (2,54mm)
  • 1x 9V battery clip
  • 1x driver-coil (16 Ohm)
  • Electro-Magnetic passive Buzzer
  • 1x sensor-coil (110 Ohm)
  • Electro-Magnetic passive Buzzer

Hasil pemasangan dari komponen di atas tampak depan dan belakang:

Lokakarya bonbontronix 3 - Susunan Komponen Ralf’s E-Bow.jpg

Tidak lupa, lokakarya pada hari ini semakin lengkap dan dibuat hangat oleh hidangan buka puasa mie ayam kreasi kak Dita dan kak Citra yang super enak. Kebetulan saat sambil menyiapkan mie untuk peserta, kak Dita bercerita kalau sebentar lagi gerai online mie ayamnya akan segera dibuka. Saya lupa tanya nama gerainya, besok menyusul disematkan di[sini] ya. Sambil ditemani beberapa gorengan dan segelas teh hangat sebagai penutup, kami beristirahat dan mengobrol sambil menunggu hujan reda.